UWP Memantapkan Diri Menjadi Universitas Sangat Bagus di Indonesia

Diposting pada: 2018-04-17, oleh : admin, Kategori: Berita

 

Universitas Wijaya Putra (UWP) semakin memantapkan diri menjadi satu dari 66 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk klaster unggul dan sangat bagus. “Prestasi  yang dicapai pada tahun 2017 ini merupakan puncak yang bisa diraih oleh UWP,” kata Rektor UWP, Budi Endarto, SH, MH, dalam sambutan wisuda Program Pascarsajana ke-36, di Dyandra Convention Center, Surabaya, 15 April 2018.

Di hadapan 93 wisudawan program magister dan para undangan, Rektor UWP menyatakan, puncak prestasi UWP itu dirilis oleh Kemenristek Dikti dalam SK Dirjen Pengutan Riset dan Pengembangan No.44/E/KPT/2017 tanggal 10 Agustus 2017. Dalam lampiran SK itu dijelaskan mengenai pemetaan perguruan tinggi di Indonesia menjadi klaster Unggul, Sangat Bagus, Memuaskan dan Kurang Memuaskan.

Dari 4.250 perguruan tinggi di Indonesia dari hasil pemetaan ditetapkan 66 perguruan tinggi dengan kinerja terbaik, yang terbagi atas 15 perguruan tinggi masuk klaster unggul (semuanya PTN) dan sisanya dikelompokkan pada klaster sangat bagus. “Adapun UWP termasuk klaster sangat bagus dengan menempati peringkat ke-51 dari perguruan tinggi seluruh Indonesia,” ujar Rektor Budi Endarto yang disambut tempuk tangan para wisudawan dan hadirin.

Menurut Rektor, prestasi itu merupakan capaian yang spektakuler bagi UWP. Atas prestasi UWP masuk klaster sangat bagus itu, Rektor menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik yang telah berjuang dan kerja keras dalam mewujudkan mimpi-mimpi institusi dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi secara konsisten. “Prestasi ini menunjukkan bahwa budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat semakin berkembang di UWP. Awareness para tenaga pendidik UWP terhadap kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mengalami peningkatan yang cukup berarti,” tandasnya.

Menurut Rektor, prestasi UWP masuk klaster sangat bagus perguruan tinggi di Indonesia, selain menjadi kebanggaan, juga sekaligus menjadi tantangan. Tenaga pendidik UWP ditantang untuk semakin meningkatkan kualitas akademiknya. Terutama pada peningkatan kualitas di bidang penelitian. “Karena secara ideal aktivitas pengabdian pada masyarakat dan pengajaran merupakan aktivitas lanjutan dari hasil penelitian para dosen. Tenaga pendidik menindaklanjuti hasil penelitiannya dengan aktivitas pengabdian pada masyarkat. Dan sebaiknya bukan hanya penelitian dia, dia dan dia (dosen lain),” tegasnya.

Kerjasama dan HKI

Dalam sambutan bertema ‘Transformasi UWP Menuju Daya Saing’ Rektor Budi Endarto juga menjelaskan secara ringkas mengenai arah pengembangan dan dinamika UWP di tengah persaingan perguruan tinggi di Inenesia. “Pada era sekarang ini, transformasi bukan merupakan pilihan, tetapi suatu keniscayaan yang dihadapi setiap pendidikan tinggi,” ulasnya.

Agar daya saing UWP semakin kokoh, kata Rektor, satu-satunya jalan untuk memenangkan persaingan adalah dengan melakukan Transformasi Kelembagaan. Transformasi meliputi tata kekola dan penerapan Tri Dharma secara konsisten dan berkelanjutan. “Dengan transformasi yang dilaksanakan niscaya akan dapat memengaruhi peningkatan proses pembelajaran serta meningkatkan mutu lulusan,” tandas Rektor.

Untuk itu, berkaitan dengan pengelolaan peserta didik, ujar Rektor, harus dilakukan pergeseran oritensi, dari orientasi kualitas beralih pada kualitas. “Menurut keyakinan kami, hanya itulah jalan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan mimpi menjadi Besar dan Bermutu. Dimensi operasional perubahan orientasi itu telah dielaborasikan dalam Rencana Strategis UWP 2015-2019,” tegas Rektor.

Bersamaan dengan perubahan orientasi ke dalam, orientasi ke luar juga dikembangkan. Rektor menyatakan bahwa UWP terus meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga di luar UWP baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri antara lain dengan ITS Surabaya, Universitas Widya Gama Malang, Universitas Satya Wacana Salatiga, STIE IpWija Jogjakarta dan Universitas Budi Luhur Jakarta.

Sementara kerjasama luar negeri diwujudkan melalui penyelenggaraan beberapa kali seminar internasional. “Yang paling aktual adalah pada Maret 2018 diadakan Guest Lecturer Dosen UWP dan visiting student mahasiswa UWP ke Universiti Utara Malaysia (UUM). Sejumlah dosen menjadi dosen tamu di UUM, salah satunya Ibu Dr. Sri Yuni Woro Astuti dengan materi Public Service and Bureaucratic Reform in Indonesia,” jelas Rektor.

Sebagai insitusi yang berbasi aktivitas intelektual, semua kegiatan yang dilakukan perguruan tinggi seperti UWP akan menghasilkan produk-produk kekayaan intelektual yang beragama jenisnya. Produk kekayaan intelektual itu semakin berarti bila mendapatkan pengakuan dari pemerintah melalui pendaftarkan hal kekayaan intelektual (HKI). UWP memacu dosen dan mahasiswa yang memiliki produk kekayaan intelektual untuk didaftarkan dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Saat ini, telah 9 kekayaan intelektual dosen UWP yang telah didaftarkan pada Dirjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Ukum dan Hak Asazi Manusia (berupa buku, program komputen maupun sistem informasi). Masih ada beberapa kekayaan intelektual yang dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual.

 “Idealnya setiap aktivitas penelitian atau pengabdian pada masyarakat muaranya harus menghasilkan minimal 1 kekayaan intelektual bagi pelaksananya. Saya mengharapkan kepada seluruh dosen dan mahasiswa untuk tetap berkreasi dan berinovasi yang pada akhirnya dapat memperoleh pengakuan dari pemerintah atas hasil karya inteletualnya. Semakin banyak produk intelektual yang memperoleh HKI, akan semakin meningkatkan reputasi UWP sebagai Perguruan Tinggi yang produktif karya intelektualnya,” ulas Rektor.

 Wisudawa Terbaik

Pada wisuda yang diikuti oleh 65 wisudawan dari program Magister Manajemen (MM), 21 wisudawan dari program Magister Administrasi Publik (MAP dan 7 wisudawan dari Magister Hukum (MH), itu juga ditetapkan wisudawan terbaik. Masing-masing dari program MM terpilih Siti Nur Afiyati, dari program MAP terpilih Achmad Subhan dan dari program MH terpilih MH terpilih Haryoko Widhi.

 Dari ketiga wisudawan itu Siti Nur Afiyati dinyatakan sebagai wisudawan terbaik. Siti Nur Afiyati yang menulis tesis berjudul ‘Pengaru Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Komitmen Guru, dan Motivasi Guru terhadap Kinerja Guru Yayasan PPAY Al-Amal di Kota Surabaya” mendapat nilai IPK nyaris sempurna, yakni 3,90. (ys)


Berita Lainnya



Copyright © 2012 Universitas Wijaya Putra.
All rights reserved.
"Modern Campus With Entrepreneurship Spirit"