Perguruan Tinggi Diharapkan Menjadi Agen Pembangunan Ekonomi-Wisuda Program Pascasarjana UWP

Diposting pada: 2018-10-15, oleh : admin, Kategori: Berita

Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya sebagai agen pendidikan (agent of education) tetapi menjadi agen pembangunan ekonomi (agent of economic development). “Ekspektasi masyarakat terhadap keberadaan perguruan tinggi berubah. Perguruan tinggi saat ini diharapkan menjadi agen pembangunan ekonomi,” kata Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP), H. Budi Endarto, SH., MHum, Minggu, 14 Oktober 2018.

Pernyataan Rektor UWP disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa UWP yang mengikuti prosesi wisuda yang diselenggarkan di Dyandra Convention Hall, Surabaya. Sebanyak 145 mahasiswa program sarjana dan 56 mahasiswa program Pascasarjana.

Menurut Rektor UWP, harapan atau ekespektasi masyarakat terhadap perguruan tinggi mengalami beberapa tahapan yang cukup panjang. Pada awalnya, perguruan tinggi diharapkan menjadi agent of education, dan pada saat perguruan tinggi sudah bisa menerapkan dirinya sebagai agent of education, masyarakat berharap lebih. “Masyarakat mengharapkan perguruan tinggi memerankan dirinya sebagai agent of research and develompment,” ujarnya.

 

Harus berubah

Menurut rektor, untuk bisa menjawab harapan masyarakat, maka perguruan tinggi harus berubah. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam rangka membangun daya saing lokal dan nasional khususnya di bidang ekonomi. “Kampus tidak dapat lagi hidup dalam dunianya sendiri dan terpisah dengan realita di masyarakat, atau hidup dalam menara gading. “Tetapi keberadaan perguruan tinggi harus benar-benar bermanfaat atau berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat,” katanya.

Rektor UWP mengilustrasikan tahapan perkembangan ekspekstasi masyarakat terhadap pergururun tinggi dengan bahasa kekinian. “Kalau disampaikan dengan bahasa populer sekarang, perguruan tinggi sebagai agent of education adalah perguruan tinggi zaman kuno (old). Perguruan tinggi zaman now adalah perguruan tinggi yang berfungsi sebagai agent of economic development,” ujarnya.

Rektor menjelaskan,  zaman old adalah masa yang sudah berlalu, yaitu zaman dosen hanya bertugas mengajar saja. Sementara zaman now, dosen dituntut untuk tidak tinggal diam menunggu di kampus sambil membaca buku, atau memberikan tugas kepada mahasiswa. Namun dosen harus mampu keluar membaur dengan masyarakat untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dosen sekarang itu tidak hanya mendahulukan pengajaran dulu, tetapi melakukan penelitian dan mengembangkan pengabdian kepada masyarakat. Itu namanya dosen zaman now,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut rektor,  dosen zaman sekarang harus mampu secara konsisten mengintegrasikan antara pendidikan dan penelitian. Lebih dari itu, dosen juga harus mampu membangun dan mengembangkan karya kreatif dan inovatif. “Upaya membangun itu sesungguhnya bukan hanya dilakukan oleh dosen saja, tetapi juga keterlibatan mahasisa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Kolaborasi ini merupakan kunci bagi kemajuan kampus,” ujarnya.

Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, lanjut rektor, secara terus-menerus berupaya untuk melakukan semua tahapan perkembangan perguruan tinggi agar bisa memenuhi ekspekstasi atau harapan masyarakat. UWP dengan kesungguhannya sudah membuktikan dan mampu bertahan sebagai kampus excellent dalam melakukan penelitian. Dalam tiga tahun terakhir, UWP mampu mendapatkan hibah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dengan total pembiayaan sebesar Rp 6,4 miliar. “Dengan total sebesar itu berarti UPW rata-rata setiap tahun mendapat dana sekitar Rp 2 miliar,” katanya.

UWP juga menjadi satu dari beberapa perguruan tinggi yang aktif mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kementerian. “Ini membuktikan UWP sudah berjalan pada jalan yang benar,” katanya.

Di akhir sambutannya, Rektor Budi Endarto juga menyatakan bahwa UWP saat ini mempunyai dosen muda yang sangat aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu tindak pidana korupsi. “Dia masih muda dan sangat produktif dalam penelitian serta publikasi jurnal internasional,” katanya.

Rektor menyebutkan dosen muda yang dimaksud adalah Dr. Rihantoro Bayu Aji, yang juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah di depan rapat terbuka senat Universitas Wijaya Putra dan para wisudawan. (ys)


Berita Lainnya



Copyright © 2012 Universitas Wijaya Putra.
All rights reserved.
"Modern Campus With Entrepreneurship Spirit"